Kamu yang gemar berwisata tentu sangat menikmati daerah pegunungan.
Di sana, udaranya masih sangat segar dan sejuk. Meskipun terkadang
udaranya sangat dingin, terutama di pagi dan malam hari, tetap saja
membuat orang-orang suka akan sejuknya udara di sana. Ngomong-ngomong
mengapa udara di pegunungan bisa dingin ya?
Ada beberapa penjelasan yang terkait dengan hal ini, tetapi semuanya
berkaitan dengan ketinggian dari pegunungan itu sendiri. Dalam atmosfer
bumi, selalu ada massa udara yang naik ke atas. Sedangkan semakin tinggi
suatu tempat, atmosfernya semakin tipis. Saat udara memasuki wilayah
yang atmosfernya semakin menipis, udara tersebut cenderung memuai.
Pemuaian tersebut menyebabkan udara harus mengerahkan energi yang ia
punya untuk menghalau udara lain yang sudah mengisi tempat di situ
supaya ia bisa mendapat ruang untuk memuai. Akibatnya, setelah itu udara
menjadi kehabisan energi, dan pergerakan molekul udara itu sendiri
menjadi melambat. Perlu diketahui saat pergerakan molekul udara gesit,
udara akan menjadi panas, sedangkan saat pergerakannya tidak gesit,
udara itu akan dingin. Karena pergerakan molekulnya melambat, suhu udara
yang naik tersebut berubah menjadi sejuk. Semakin tinggi tempatnya,
pemuaian udara akan semakin besar, sehingga udara tersebut menjadi
semakin sejuk.
Hal lain yang juga menyebabkan udara di pegunungan dingin adalah
panas bumi. Kita tahu bahwa bumi menyerap panas dari cahaya matahari
yang menembus atmosfer kita. Nah, setelah panas itu diserap oleh bumi, gantian
bumi yang memancarkan panas yang diserapnya itu. Semakin dekat dengan
permukaan bumi, semakin besar pula panas yang diterimanya. Karena itu,
sudah jelas bahwa di daerah pegunungan, panas yang diterima jauh lebih
kecil.